Kamis, 01 Januari 2015

Indahnya Wisata Danau Dua Rasa Labuan Cermin

Apa kabar semuanya ? semoga sehat selalu yah. Udah lama banget aku gak nulis di blog nih, dan sekarang aku pengen nulis pengalaman liburan aku ke wisata danau dua rasa atau yang sering di sebut Labuan Cermin.
Pada liburan semester kemaren aku pulang ke kampung halamanku di Berau Kalimantan Timur, tepatnya di desa Lobang Kelatak Kec. Batu Putih Kab Berau Kalimantan timur. Aku bersyukur karena liburan semester itu berbarengan dengan libur bulan puasa jadi liburannya lumayan lama. Moment-moment berkumpul bersama keluarga adalah hal yang sangat aku tunggu selama hampir 1 tahun gak pulang kampung. Yah maklumlah aku jarang pulang karena jarak yang begitu jauh antara Semarang sampai Berau. Selain kangen sama keluarga aku juga kangen sama sahabat-sahabatku disana, untungnya liburan kali ini kami semua bisa pulang dan berkumpul bersama lagi. Baiklah aku akan akan memperkenalkan nama sahabat-sahabatku, mereka adalah Ritta, Rini, Anna dan Wahyu.

Sebelumnya udah pada tau gak tentang Labuan Cermin ?? sepertinya sudah ya, karena Labuan Cermin juga pernah masuh TV kok di Trans TV lupa nama acaranya. Kalau belum pada tahu aku akan share sedikit tentang Labuan Cermin. Wisata danau dua rasa atau yang di sebut oleh penduduk sana Labuan Cermin adalah salah satu obyek wisata yang terletak terletak di desa Labuan Kelambu Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Wisata ini memang terletak di daerah pesisir kabupaten Berau, sehingga mungkin belum banyak yang mengetahuinya. Wisata ini berupa danau yang memiliki dua rasa yaitu asin dan tawar. Rasa asin akan terasa di dasar air sampai hampir 3 meter ke atas, selebihnya adalah rasa tawar sampai ke permukaan air. Penduduk setempat menyebut wisata itu dengan sebutan Labuan Cermin, hal ini dikarenakan karena letaknya di desa Labuan dan ketika matahari tepet berada di tengah-tengah maka cahaya matahari akan dipantulkan ke air sehingga ketika orang melihat air tersebut seolah-olah bisa untuk bercermin. Cuma itu saja yang aku ketahui, kalau teman-teman masih penasaran silahkan cari aja di google atau kalau perlu datang aja ke Labuan Cermin hehehe,,,, gak bakal nyesel deh kalo udah liat langsung, karena panorama alam yang sangat indah mampu membuat hati dan pikiran menjadi tenang (haha,,, lebay dikit yah).

Sebelumnya aku sudah pernah ke Labuan Cermin tapi itu dulu waktu kelas 5 SD dan sekarang aku udah kuliah, wahhh lama banget yachh. Rencana untuk ke Labuan Cermin memang sudah lama direncanakan olehku dan teman-teman, dan pada akhirnya kami memutuskan pergi tanggal 11 agustus karena pada hari itu bertepatan dengan ulang tahun temanku yang bernama Anna. Aku berangkat bersama ketiga temanku sekitar pukul setengah 9 menggunakan dua motor. Sebelum sampai ke labuan cermin, kami singgah dulu di rumah teman SMA si Anna di Tanjung Perepat. Sampai disana aku harus menunggu  teman-temannya si Anna yang juga mau ikut ke LBC (labuan cermin) aku singkat aja yah. Waktu pun berlalu hingga cepat hingga tak terasa udah pukul setengah 11, dan akhirnya yang ditunggu datang juga. Mesipun aku belum mengenal teman-temannya si Anna tapi itu gak jadi masalah toh nanti juga kenal sendiri. Akhirnya kami pun berangkat ke Labuan, karena jarak Tanjung Perepat ke Labuan tidak terlalu jauh maka hanya memakan waktu beberapa menit saja.
Sampai di Labuan Kelambu kami membeli beberapa makanan dan minuman untuk dimakan nantinya, karena biasanya kalau orang mandi-mandian pasti akan mudah lapar. Perjalanan kami belum selesai sampai di situ karena kami harus menggunakan kapal kecil untuk sampai di Labuan Cermin, untuk mengggunakan kapal kami harus membayar sekitar Rp. 100.000 per kapal dan satu kapal itu menampung sekitar 10 orang. Namun pada saat itu aku dan yang lainnya tidak uang sepeserpun karena ada pacarnya temanku yang membayar namanya Rudy, yah lumayanlah dapat gratisan. Kemudian satu per satu dari kami duduk di kapal kecil itu, karena pada saat itu adalah tengah hari dimana matahari tepat berada dia atas kepala maka panasnya pun terasa menyengat kulit kami. Perjalanan menuju LBC memakan waktu sekitar 10 menit jadi tidak perlu menunggu lama-lama untuk bisa sampai ke sana. Sesampainya kami di danau tersebut, tidak henti-hentinya aku memuji betapa indahnya alam ciptaan Tuhan ini. Hamparan air yang berwarna hijau kebiru-birua, dan udara yang begitu sejuk, mampu membuat ketenangan dalam jiwa.



kapal kecil yang mengantar kami

Setelah kami sampai disana, bapak yang membawa kapal kecil itu pun kembali pulang dan akan menjemput kami lagi sekitar pukul tiga sore, wahh bakalan puas banget nih berenang sampai jam 3 sore. Ketika aku melihat sekeliling danau tersebut, aku jadi teringat moment 10 tahun yang lalu, dimana aku pergi ke LBC ini bersama kakak dan teman-teman SDku. Tanpa menunggu lama-lama si Rudy, Andry, Ardi, dan Fitri pun langsung menceburkan diri mereka ke air, tapi aku hanya melihat mereka dari atas karena aku belum mau terjun ke air. Sebelum aku berbasah-basahan, akupun mengambil kamera dan mengambil beberapa gambar pemandangan di sekitar LBC, dan aku juga berfoto bersama sahabat-sahabat yang kusayangi yaitu Anna, Rini dan Dian. Setelah berfoto aku pun akhirnya menceburkan diri ke air, karena aku tidak bisa berenang maka akupun menggunakan ban sebagai pelampung agar  tidak tenggelam. “Byurrrrr” suara air yang sangat menyegarkan badan, nikmatnya surga dunia ini. Segarnya air danau itu membuat aku dan teman-teman tidak ingin berhenti bermain air.
Aku, Anna, dan Rini

Rudy & Ardi

Berhubung si Anna ulang tahun, maka kami semua berencana untuk menceburkannya ke air, padahal sih dia gak mau nyebur, tapi bagi aku kalau udah ke labuan cermin itu gak puas kalo gak nyebur ke air yang amat menyegarkan badan itu. Sebenarnya Anna tau sih kalo mau diceburin ke air, entah bagaimanapun caranya kami pun berhasil menceburkannya ke air. Akhirnya kami semua basah dan tak ada seorang pun yang tidak nyebur ke air. Dan kami semua pun menikmati kebersamaan dan keceriaan dengan berenang dan bermain air, serta tidak lupa kami mengabadikan moment indah itu dengan berfoto-foto. Sekitar pukul 15.00 WIB, kami harus mengakhiri keceriaan di labuan cermin karena kapal kecil yang tadi mengantar kami telah datang kembali untuk menjemput kami. Dan kami pun bergegas naik dari air untuk mengganti pakaian dan bersiap-siap naik kapal tersebut. Dan tidak lama kemudian kami sampai di tempat pemberhentian kapal, kami pun langsung turun dari kapal kecil tersebut dan bersiap untuk pulang.

Nah begitulah cerita pengalaman liburanku bersama teman-teman di labuan cermin. Sungguh ini adalah pengalaman yang tidak bisa aku lupakan. Semoga kapan-kapan aku bisa datang ke labuan cermin lagi, karena tempat itu adalah tempat sangat mengasikkan bagiku. Dan aku juga berharap semoga wisata danau dua rasa atau labuan cermin ini bisa terkenal sampai ke seluruh nusantara bahakn sampai dunia. Amiiiiiinnnn.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar